BE Fest 2021

Foto Sharing Session BE Fest 2021

Pada hari Sabtu, 11 Desember 2021, Program Studi Sarjana Rekayasa Hayati, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (SITH ITB) bekerjasama dengan  Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati (HMRH), Kelompok Keilmuan Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK ATB) dan Pusat Unggulan IPTEK – Perguruan Tinggai Nutrasetikal ITB menyelenggarakan pameran inovasi mengadakan acara “BE Fest 2021” di Zest Hotel, Kota Bandung, Jawa Barat.

Acara dimulai pada pukul 08.30-16.00 WIB dengan kegiatan sharing session industri, presentasi mahasiswa mata kuliah BE4109 Sistem Biorefineri dan juga pameran produk. Kegiatan ini diawal dengan kata sambutan oleh Dr. Muhammad Yusuf Abduh (KK ATB) selaku Ketua Program Studi Sarjana Rekayasa Hayati SITH ITB dan kemudian dibuka oleh Dr. Endah Sulistyawati selaku Dekan SITH ITB.

Acara sharing session industri disampaikan oleh Syaripudin, S.T. dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan Sofia Nurul Adni, S.T., M.S.P. dari Obayashi Corporation, Dally Chaerul Shaffar, S.T., M.Sc. dari BIOPS Agrotekno dan Lintang Kusuma Pratiwi, S.T. dari Neurafarm. Selain itu, 8 kelompok mahasiswa peserta mata kuliah Sistem Biorefineri juga ikut mempresentasikan hasil studi kasus yang  dinilai dan diuji oleh para panelis yang sudah hadir dari kalangan industri.   Selama kegiatan berlangsung, pengunjung BE Fest 2021 dapat berkeliling ke stan pameran produk untuk berinteraksi dan membeli produk-produk yang sudah disiapkan oleh para mahasiswa dan alumni.  Acara ditutup dengan pegumuman pemenang ‘Best Innovative Product’ dan ‘Best Biorefinery Concept’ diikuti dengan foto bersama.

VIDEO:

Biokonversi Limbah Organik Desa Mekarsaluyu Kab. Bandung oleh Lalat Tentara Hitam untuk Nutrisi Hidroponik dan Pakan Ternak

Gambar 1. Sosialisasi Pemanfaatan Biokonversi Limbah Sayuran oleh Larva BSF untuk nutrisi hidroponik dan pakan ternak.

Tim Riset SITH-ITB dari KK Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk yang beranggotakan Indrawan Cahyoadilaksono, S.T., M.Ag.Sc., Khairul Hadi Burhan, S.T., M.T., Dr. Agus Dana Permana, Rizki Arifani S.T., dan Muhammad Aldi Nurdiansyah, S.T., M.Si., melakukan eksplorasi pemanfaatan limbah organik dari hasil aktivitas pertanian, seperti proses pemanenan, di Desa Mekarsaluyu, Bukit Sandy, Kabupaten Bandung, melalui program Pengabdian Masyarakat LPPM ITB dengan judul “Biokonversi limbah panen sayuran oleh Lalat Tentara Hitam, Hermetia illucens L” yang diketuai oleh Khairul Hadi Burhan, S.T., M.T. dan “Lindi hasil biokonversi limbah sayuran oleh Lalat Tentara Hitam, Hermetia illucens L. untuk nutrisi hidroponik sayuran” yang diketuai oleh Indrawan Cahyoadilaksono, S.T., M.Ag.Sc., dengan No. Kontrak: 230/IT1.B07.1/TA.01/2021. Serta dalam kegiatan ini terlibat pula beberapa mahasiswa dari Rekayasa Pertanian ITB.

 

(a)                                 (b)                               (c)

Gambar 2. (a) Limbah hasil pertanian Desa Mekarsaluyu, (b) Limbah yang dicacah dan digunakan sebagai pakan larva bsf, dan (c) larva dan cairan lindi yang diperoleh.

Kegiatan berlokasi di Bukit Sandy, yang diawali dengan membangun kandang BSF, greenhouse hidroponik dan kandang bebek. Setelah itu proses-proses yang dilakukan adalah pengumpulan limbah-limbah organik buah-buahan dan sayur-sayuran dari kawasan pertanian Desa Mekarsaluyu. Pengolahan limbah tersebut di dalam kandang lalat LTH sehingga menghasilkan biomassa larva yang dapat dijadikan pakan bebek. Cairan lindi hasil proses pemeliharaan larva digunakan sebagai pupuk organik cair (POC) untuk hidroponik untuk berbagai selada.

(a)                                                       (b)

Gambar 3. (a) Hasil pemanfaatan lindi sebagai pupuk organik cair dan (b) larva sebagai pakan unggas.

Program ini ditutup dengan melakukan lokakarya dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya warga Desa Mekarsaluyu pada tanggal 07 Agustus 2021 pada pukul 08.00-15.00 WIB bertempat pada Bukit Sandy. Dengan jumlah total peserta sebanyak 50 orang yang terdiri dari 15 orang petani, 2 orang praktisi LTH, 3 orang alumni ITB, 5 orang pengusaha dibidang pertanian dan 25 orang mahasiswa. Agenda diawali dengan pemaparan materi (link), kemudian diskusi dan terakhir peserta diajak untuk melihat langsung kadang LTH, kebun hidroponik, dan kandang bebek yang diberikan pakan dengan campuran larva.

            (a)                                               (b)                                      (c)                        (d)

Gambar 4. Kegiatan Sosialisasi Berlangsung (a) peserta (b) penyampaian oleh Dr. Agus Dana Permana (kanan), (c) pemaparan oleh M. Aldi Nurdiansyah ST. MSi., (kiri) dan Rizki Arifani, ST (kanan) dan (d) penyampaian oleh Khairul Hadi B, ST. MT.

Kegiatan ini telah publikasi di media SITH-ITB.

https://sith.itb.ac.id/2021/12/01/pemanfaatan-biokonversi-limbah-sayuran-oleh-lalat-tentara-hitam-atau-black-soldier-fly-hermetia-illucens-l-untuk-nutrisi-hidroponik-dan-pakan-ternak/

Video terkait:

Diseminasi Inovasi Precision Farming pada Sistem Produksi Kopi dan Cascara

Foto bersama tim riset SITH ITB dengan KWT Mekar Mandiri Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat

Pada hari Sabtu, 13 November 2021, Tim riset dari Sekolah Imu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (SITH ITB) yang beranggotan Dr. Muhammad Yusuf Abduh dan Prof. Dr. Robert Manurung, M.Eng. dari Kelompok Keilmuan Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK ATB) dan Dr. Ir. Mia Rosmiati dari Kelompok Keilmuan Manajemen Sumber Daya Hayati (KK MSDH) mengadakan kegiatan “Diseminasi Inovasi Precision Farming pada Sistem Produksi Kopi dan Cascara” yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.00 WIB dan diikuti oleh 10 peserta dari anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Mandiri di Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong. Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Muhammad Yusuf Abduh (KK ATB) selaku ketua tim riset dan dilanjutkan sambutan dari Kepala Desa Cibunar yaitu Ibu Heni Susilawati. Kemudian dilanjutkan sesi pemaparan materi “Pemanfaatan Limbah Kopi menjadi Produk yang Enak dan Segar” oleh Dr. Ir. Mia Rosmiati, M.P. (KK MSDH).

Sesi pemaparan materi oleh Dr. Ir. Mia Rosmiati, M.P.

 

 

 

 

 

Sesi serah terima alat kegiatan diseminasi oleh tim riset SITH ITB kepada KWT Mekar Mandiri

Setelah pemaparan materi selesai disampaikan, dilakukan serah terima alat kegiatan diseminasi dan dilanjutkan foto bersama. Kemudian dilanjutkan praktik pembuatan biskuit cascara dan bolu marmer cascara yang memanfaatkan cascara sebagai salah satu bahan campurannya. Selain pembuatan tersebut, peserta juga melakukan praktik pembuatan minuman dari cascara yang diberi nama Cascara Milk Tea. Peserta diseminasi sangat antusias dalam kegiatan ini karena dapat langsung mempraktikan materi yang diberikan dan menurut salah satu peserta pembuatan kue dan minuman dari cascara ini sangat mudah untuk dilakukan.

Sesi pembuatan kue dan minuman dari berbahan cascara

Produk biskuit cascara, bolu marmer cascara, dan cascara milk tea

Sebelum kegiatan selesai, Kepala Desa Cibunar dan Ketua KWT Mekar Mandiri menyampaikan apresiasi atas keberlangsungan kegiatan ini yang sudah dilaksanankan oleh pihak SITH ITB. Tim riset dari SITH ITB juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta dari KWT Mekar Mandiri yang sudah hadir dalam kegiatan diseminasi tersebut dan berharap agar materi yang sudah disampaikan dapat dipraktikkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Desa Cibunar.

Tautan video kegiatan diseminasi:

 

Berikut tautan berita di media IniSumedang.Com:

https://inisumedang.com/tingkatkan-pendapatan-petani-kopi-sith-itb-gelar-pelatihan-pemanfaatan-cascara/

Webinar Internasional: Aplikasi Machine Learning dan Internet of Things untuk Agroindustri

Pada hari Sabtu, 30 Oktober 2021, Kelompok Keilmuan Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk SITH ITB mengadakan International Webinar online via Zoom dalam rangka Visiting Professor Program. Kegiatan ini diikuti oleh 88 peserta dimulai pada pukul 13.00 dengan pembukaan dari Ketua Kelompok Keilmuan Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK ATB) yakni Dr. Agus Dana Permana. Kemudian dilanjutkan ke sesi pemaparan materi yang di moderatori oleh Dr. Muhammad Yusuf Abduh. Pemaparan materi pertama dilakukan oleh Vladimir Pedanov, Ph.D. (Rusia) yang menjelaskan tentang “Application of IoT and AI for Industrial Insects Farming” untuk budidaya jangkrik dan lalat tentara hitam. Pemaparan materi kedua dilakukan oleh Dr. Juro Miyasaka (Jepang) selaku Visiting Professor KK ATB yang menjelaskan “Machine Learning Application for Agriculture – Challenge Small Data” untuk menentukan prediksi pertumbuhan tanaman pertanian berdasarkan data yang terbatas.

Poster International Webinar

Setelah pemaparan materi selesai disampaikan, dilakukan foto bersama dan kemudian dilanjutkan sesi diskusi panel. Para peserta sangat antusias terhadap pemaparan materi sehingga banyak pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan peserta diantaranya yaitu ketertarikan akan budidaya jangkrik dan lalat tentara hitam yang dapat dimonitoring dalam sebuah aplikasi, berapa banyak data yang dibutuhkan untuk memprediksi pertumbuhan tanaman, dan faktor pembatas dalam memprediksi pertumbuhan tanaman.

Di akhir sesi diskusi panel, para pemateri memberikan pernyataan penutup untuk memberikan semangat kepada peserta. Setelah itu dilakukan pemberian sertifikat kepada pemateri dan moderator oleh Dr. Agus Dana Permana sebagai bentuk apresiasi. Kemudian moderator mengucapkan terima kasih kepada peserta yang sudah hadir sebelum menutup acara ini.

Sesi Foto Bersama Peserta International Webinar

 

Sesi diskusi panel oleh Dr. Muhammad Yusuf Abduh selaku moderator dengan Dr. Juro Miyasaka dan Vladimir Pedanov, Ph.D selaku pemateri

SITH-ITB Visiting Professor Program: Dr. Juro Miyasaka (Kyoto University)

School of Life Sciences and Technology, Agrotechnology and Bioproduct Technology Research Group, launches Virtual Visiting Professor Program 2021, with the theme “Machine Learning Application for Agriculture”, with Dr. Juro Miyasaka from Graduate School of Agriculture of Kyoto University. The program consists of several sessions with the following agenda:

  1. Introduction and Sharing Session, 09 October 2021, 08.00-10.00 AM Jakarta Time
    10.00-12.00 AM Japan Time.
  2. International Guest Lecture, 27 October 2021, 08.30-10.00 AM Jakarta Time
    10.30-12.00 AM Japan Time.
  3. International Webinar, 30 October 2021, 08.00-10.00 AM Jakarta Time
    10.00-12.00 AM Japan Time.
  4. Research Collaboration Discussion Session, 02 November 2021, 08.00-10.00 AM Jakarta Time
    10.00-12.00 AM Japan Time.

Dr. Juro Miyasaka’s Profile:

Education:

  • 2014, PhD from University Kyoto University

Research Fields:

  • Agricultural Data Science
  • Plant Disease Detection using Environmental Data
  • Plant Growth Prediction using Environmental Data
  • Microwave-Driven Agricultural Electric Vehicle

Organization :

  • Member of The Japanese Society of Agricultural Machinery and Food Engineers
  • Member of The Kansai Society of Agricultural Machinery and Food Engineers
  • Member of Japanese Society for Farm Work research
  • Asian Association for Agricultural Engineering
  • The Japanese Society for Terramechanics
  • International Society for Terrain-Vehicle Systems
  • The Society for Science on Form (Finance Secretary)

 

Survei Pengembangan Ekosiwata dan Agrowisata di Bukit Sandy

Penulis: M. Firmansyah, T.I. Indira

Pada hari Sabtu tanggal 7 November 2020, Kelompok Keilmuan Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK ATB) melakukan kunjungan ke Bukit Sandy yang dipimpin oleh ketua KK ATB, Dr. Agus Dana Permana dan 8 anggota KK ATB lainnya. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka survei lokasi untuk penelitian dan pengembangan terutama sebagai kandidat kawasan Ekowisata dan Agrowisata berbasis edukasi yang merupakan kerjasama anatara KK ATB, SITH-ITB dengan Bukit Sandy. Bukit Sandy merupakan Kawasan perkebunan milik Ir. Sandy Widjaja yang terletak di  Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Kawasan tersebut memiliki luas lahan total sekitar 23 ha. Tim KK ATB  melakukan diskusi dengan pemilik Kebun Sandy dan tim pengurus mengenai potensi dari Bukit Sandy yang dapat dikembangkan bersama dengan para anggota KK ATB terutama untuk Kawasan ekowisata dan agrowisata.

Diskusi anggota KK ATB dengan pemilik dan pengurus Bukit Sandy tersebut dilakukan sembari makan bersama. Salah satu potensi yang menarik untuk dikembangkan adalah kebun jeruk varietas RGL yang baru selesai dipanen. Selain itu terdapat juga berbagai jenis tanaman unik seperti alpukat mentega, nangka, ubi,  jambu air, markisa dan masih banyak lagi tanaman yang ada di sana, Hal inilah yang membuat Bukit Sandy menjadi sangat menarik walaupun kawasan masih dalam tahap pengembangan. Bukan hanya terdapat kebun dengan berbagai macam tanaman, Bukit Sandy juga memiliki berbagai fasilitas seperti beberapa saung atau yang juga sering disebut sebagai gazebo, toilet, mushola, berbagai lokasi foto yang menarik, dan juga rumah kasa. Dengan adanya kunjungan tim KK ATB ke Bukit Sandy, mulai dari melakukan survei, mencoba fasilitas yang ada dan diskusi yang telah dilaksanakan, diharapkan akan ada kelanjutan kerjasama yang baik antara kedua belah pihak, terutama untuk mengembangkan Bukit Sandy menjadi Kawasan Ekowisata dan Agrowisata yang berbasis edukasi yang dapat memabwa manfaat untuk masyarakat, seperti yang diharapkan Pak Sandy maupun KK ATB.

Gambar 1. Diskusi anggota KK ATB dengan pemiliki dan pengurus Bukit Sandy
Gambar 2. Survey Kelompok Keilmuan Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK ATB) di Bukit Sandy

Budidaya Vertikultur Secara Hidroponik oleh KK ATB di Rusun Dosen ITB Jatinangor.

Penulis: Dr. M. Yusuf Abduh dan Indrawan Cahyo Adilaksono, S.TP., M.Sc.Agr,

Pada bulan Oktober 2019, Kelompok Keilmuan Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK-ATB) SITH ITB melaksanakan uji coba budidaya tanaman sayuran bertingkat (vertikultur) secara hidroponik di Rusun Dosen ITB Jatinangor.

Kegiatan budidaya ini dipimpin oleh Dr. M. Yusuf Abduh dan didukung oleh Indrawan Cahyo Adilaksono, S.TP., M.Sc.Agr, Mochammad Firmansyah, S.T., M.Si.  dan Dr. Ima Mulyama Zainuddin. Kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk meninjau kemungkinan budidaya tanaman sayuran bertingkat (vertikultur) menggunakan metode hidroponik dilakukan secara kolektif dilakukan oleh civitas akademika yang tinggal di Rusun Dosen ITB Jatinangor dan sayuran yang dihasilkan dapat didistribusikan dan dikonsumsi oleh penghuni di Rusun Dosen ITB Jatinangor.

Gambar 1. Instalasi vertikultur secara hidroponik di Rusun Dosen ITB Jatinangor

Kegiatan uji coba budidaya tanaman sayuran secara vertikultur ini menggunakan sebuah tower yang terbuat dari pipa PVC yang telah dimodifikasi sedemikian rupa dengan dilengkapi sistem pendukung lain seperti, sistem aerasi, sistem irigasi, dan sistem pencahayaan. Dimana, proses budidaya tersebut tidak hanya mampu dilaksanakan dalam ruang yang terbatas namun juga dilaksanakan di dalam ruangan (indoor cultivation). Pengamatan dan pemeliharan tanaman seperti pengecekan pH dan elektrik konduktivitas dari larutan nutrisi serta pengecekan kondisi fisik tanaman sayuran dilaksanakan setiap 2 hari sekali hingga panen.

Terdapat 2 jenis tanaman sayuran yang dibudidayakan yaitu kangkung dan selada hijau keriting. Hasil panen yang diperoleh kemudian didistribusikan kepada penghuni Rusun Dosen ITB Jatinangor dosen di linkungan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, ITB. Panen tanaman selada hijau dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2019 sedangkan panen tanaman kangkung dilakukan pada tanggal 11 November 2019. Ke depannnya, kegiatan ini diharapkan dapat ditingkatkan dan mampu menjadi langkah awal dalam penerapan teknologi tepat guna yang sedang dikembangkan oleh KK ATB khususnya yang terkait dengan sistem budidaya tanaman sayuran secara hidroponik untuk menghasilkan produk sayuran dengan produktivitas yang tinggi dan berkualitas meski dalam lahan yang terbatas dan dapat aplikasikan pada kondisi apa pun.

Gambar 2. Hasil panen tanaman kangkung dan selada hijau keriting
Gambar 3. Penyerahan hasil panen kepada Dr. Mia Rosmiati (kiri) dan Dr. Rina Ratnasih Purnamahati (kanan)

Dari Akademisi hingga Praktisi: Web Seminar KK-ATB Membahas Valorisasi dan Strategi Bisnis Inovatif Minyak Atsiri

Kelompok Keilmuan Agroteknologi dan Teknologi Bioproduk (KK-ATB) mengadakan web seminar dengan judul Valorisasi dan Strategi Bisnis Inovatif Minyak Atsiri (link: webinar-kk-atb). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2020 dan dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Peserta pada kegiatan ini didominasi oleh mahasiswa dari seluruh Indonesia, mulai dari pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Selain mahasiswa, kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai praktisi, pebisnis, dan juga akademisi.

Kegiatan web seminar ini diadakan dengan tujuan untuk memfasilitasi adanya transfer ilmu minyak atsiri dari kalangan industri, akademisi, peneliti, dan praktisi minyak atsiri. Untuk memenuhi tujuan tersebut, kegiatan ini mengundang berbagai pembicara, diantaranya Bapak Fery sebagai Owner CV. Pavettia, Bapak Ir. Acep Sutiana sebagai Direktur Operasional PT Sinkona Indonesia Lestari, Bapak Dr. M. Yusuf Abduh sebagai dosen dan Ketua Program Studi Rekayasa Hayati ITB, dan Sophie Anggita Raharjani S.T. sebagai Direktur Operasional PT Bio Proshafa Karya. Selain itu, pada kegiatan ini juga terdapat presentasi dari pemenang kompetisi poster minyak atsiri untuk menambah aspek penelitian dari rangkaian materi yang disampaikan.

Kegiatan ini dibuka dengan perkenalan diri dari peserta dan sambutan dari Ketua KK-ATB, Dr. Agus Dana Permana. Peserta cukup antusias untuk memperkenalkan diri dan menceritakan latar belakangnya untuk mengikuti acara ini. Salah seorang peserta dari kalangan praktisi menyebutkan bahwa ia sangat tertarik dengan potensi hasil hutan untuk dimanfaatkan menjadi mintak atsiri. Salah satu peserta dari kalangan mahasiswa menyebutkan bahwa dirinya sangat tertarik dengan minyak atsiri dari akar wangi yang menjadi komoditas utama di daerah tempat tinggalnya. Perkenalan dari peserta ini menambah suasana diskusi yang hangat saat pelaksanaan seminar secara daring.

Kegiatan berlanjut ke pemaparan materi dari Bapak Fery dan Bapak Ir. Acep Sutiana. Materi yang disampaikan oleh Bapak Fery berfokus pada kendala dan strategi produksi minyak atsiri di industri skala medium. Pak Fery menyebutkan bahwa kendala utama dalam produksi minyak atsiri adalah pengadaan bahan baku. Menurut beliau, strategi yang dapat dilakukan adalah penyulingan yang terintegrasi dengan usaha agribisnis sehingga pasokan bahan dapat diperoleh dari kebun yang dikelola sendiri. Keuntungan dari sistem ini adalah kualitas bahan baku yang lebih terjamin dan profit yang lebih besar. Materi yang disampaikan oleh Bapak Ir. Acep Sutiana berfokus pada quality control dan sustainability industri minyak atsiri. Untuk menjaga kualitas minyak atsiri terdapat 3 aspek yang harus konsisten, yaitu organoleptik, sifat kimiawi, dan sifat fisik. Untuk menjaga sustainabilitas industri minyak atsiri, supply chain menjadi kunci dan kekuatan utama dalam bisnis minyak atsiri.

Setelah sesi tanya jawab bersama Bapak Fery dan Bapak Ir. Acep Sutiana, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi valorisasi tanaman penghasil minyak atsiri dari Dr. M. Yusuf Abduh. Beliau menyebutkan bahwa minyak atsiri sangat berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki market size yang besar. Minyak atsiri memiliki berbagai komponen bioaktif yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam produk. Potensinya yang besar mendorong banyak penelitian yang mengkaji peningkatan produktivitas maupun kualitas minyak atsiri, salah satu caranya adalah dengan biorefinery. Biorefinery adalah konsep untuk meningkatkan nilai tambah dengan mengoptimalkan sumber daya alam, meminimalisir limbah yang dihasilkan, memaksimalkan manfaat dan keuntungan, serta pembangunan berkelanjutan.

Presentasi dari Bapak Ir. Acep Sutiana

Pembicara selanjutnya adalah Rian Fiqraini, mahasiswa Rekayasa Hayati ITB yang menjadi juara 1 dalam kompetisi poster valorisasi minyak atsiri. Ai, begitu sapaan akrabnya, menyampaikan mengenai pemanfaatan jamur Aspergillus awamori untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas minyak atsiri spearmint. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, fermentasi daun spearmint selama 9 hari dapat meningkatkan perolehan minyak spearmint hingga 450%. Peningkatan ini berkorelasi positif dengan pengurangan kadar lignoselulosa daun spearmint yang diketahui dapat menghambat proses ekstraksi minyak atsiri dari sel tumbuhan.

Pembicara terakhir pada kegiatan ini adalah Ibu Sophie Anggita dari PT Bio Proshafa Karya yang memberikan demonstrasi pembuatan daily product dari minyak atsiri. Ibu Sophie memberikan demonstrasi pembuatan toilet cleaner dan body mist. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan produk ini cukup sederhana dan pembuatan produknya sangat mudah untuk dilakukan. Dengan adanya demonstrasi ini, Ibu Sophie memberikan masukan baru bagi para peserta untuk berinovasi menghasilkan berbagai produk dari minyak atsiri. Setelah pemaparan dari Ibu Sophie dan sesi tanya jawab, kegiatan web seminar ini ditutup dengan foto bersama.

Foto bersama

Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para peserta, baik dalam bentuk ilmu maupun perluasan jaringan antar peserta.

1 2